Ragam Bisnis Online Blogger Yang Populer Saat Ini Dan Paling Banyak Peminat Serta Popular Dengan Menggunakan Media Website

Klik Blink Link

Posted by farah aksesoris 0 komentar

Mengenal Jenis-Jenis HyperLink

Para Blogger mengkategorikan link ke dalam 3 jenis utama: 1) link navigasi struktural, yaitu yang membantu user bergerak dari satu halaman ke halaman lain dalam sebuah situs; contohnya adalah link ke home atau link halaman-halaman satu level di bawah halaman yang sedang dilihat; 2) link asosiatif konten, yaitu link yang menunjukkan informasi kepada user di mana mencari keterangan lebih lanjut terhadap sebuah kata atau frase; contohnya adalah link terhadap sebuah judul buku atau nama pengarang, di mana jika kita klik maka akan muncul halaman lain di situs tersebut yang menjelaskan lebih lanjut mengenai buku yang dimaksud; 3) link Lihat Juga, yaitu untuk membantu user mencari dokumen lain seandainya dokumen ybs tidak cocok baginya; misalnya daftar situs-situs referensi/pilihan di bagian akhir dokumen.

Apa Yang Harus Dilink

Teks yang langsung berhubungan. Saya cenderung lebih menyukai cara orang “dulu”—alias zaman pra-web—dalam melink, misalnya di online help Turbo Pascal atau Windows .HLP, atau di dokumentasi Unix texinfo. Banyak orang sekarang yang melakukan linking dengan salah atau tidak efektif. Misalnya, yang paling sering, adalah dengan melink teks Klik Di Sini (Click Here). Selain kurang universal—pengguna browser berbasis teks atau nonvisual tidak mengenal konsep ‘klik’ karena ‘klik’ di sini berkaitan dengan pointer GUI dan mouse—hiperlink ini juga tidak mengandung informasi sama sekali. Seharusnya kata atau frase yang berhubunganlah yang harus dijadikan link. Ketimbang: “Ingin mengetahui lebih lanjut tentang peradaban Baduy? Klik di sini.” akan lebih efektif jika kita menggunakan “Peradaban Baduy cukup unik dan maju.”

Jakob menyarankan agar teks link tidak terlalu panjang (lebih dari empat kata) tapi sebaiknya mengandung kata sifat atau kata keterangan singkat yang menjelaskan link apa itu, sebab tidak semua user punya waktu untuk mengetahui apa isi link. Jika teks link tidak cukup jelas maka user jadi harus membuka link itu dulu untuk mengetahui kira-kira apa isi dokumen. Menurut saya, sebisa mungkin memang jaga agar link tetap pendek untuk tetap menjaga halaman bersih. Jika nama file atau direktori di URL yang dituju sudah cukup jelas, misalnya www.library.com/books/peradaban_baduy/chapter/bab01-latar_belakang.html, maka Anda bisa memperpendek lagi teks link menjadi satu dua kata saja. Pengguna sudah bisa mengira-ngira apa isi link ini dengan melihat sekilas URL dari status bar. (Tentu saja, sebaiknya status bar tidak perlu ditutup-tutupi dengan teks onMouseOver).

Gambar di bawah ini memperlihatkan penggunaan hiperlink di situs slashdot.org yang memanfaatkan teks yang pendek-pendek namun tepat pada sasaran. Keuntungan hiperlink pendek lainnya, Anda dapat menjejalkan lebih banyak hiperlink ke dalam satu paragraf teks. Ini ada efek samping positifnya, sebab search engine seperti Google akan dapat menilai halaman Anda lebih tinggi.

( Namun berhati-hati pula agar tidak menggunakan teks yang terlalu pendek—atau image yang terlalu kecil—sebagai hiperlink, sebab sulit dihover dan diklik terutama jika resolusi layar tinggi dan ukuran teks kecil.)