Ragam Bisnis Online Blogger Yang Populer Saat Ini Dan Paling Banyak Peminat Serta Popular Dengan Menggunakan Media Website

Mengingat Isian Form

Posted by farah aksesoris 0 komentar

Bencikah Anda kalau selesai mengisi kotak input dan menekan Submit lalu di halaman berikutnya kotak input yang sama tersebut sudah menghilangkan isian Anda? Google tahu itu, dan bahkan telah bertindak selangkah lebih jauh: mengingat isian form bahkan ketika Anda hanya menekan link ke halaman lain. Lihat Gambar di bawah ini :

google

Isi kotak input, klink Tab Images...

Fitur yang juga sekilas nampak remeh, tapi menunjukkan sejauh mana usaha Google membantu pengguna. Google mencapai efek ini dengan koding Javascript berikut yang mengintercept klik ke hiperlink:

<td onClick="return c('www.google.com/imghp');" style=kursor:pointer;kursor:
hand;><a id=1a class=q href="/imghp?hl=en&ie=UTF-8&oe=UTF-8" onClick="return
c('www.google.com/imghp');">

onClick diletakkan di <td> dan juga <a> agar user tidak harus mengklik persis di teks link Images, namun bisa di manapun asal masih di dalam kotak tab tersebut. Dan return c akan mengeksekusi fungsi berikut:
function c(p) {
var f=document.f;
if (f.action) {
f.action = 'http://'+p;
f.submit();
return false;
}
return true;
}

Terlihat bahwa fungsi tersebut akan melakukan pengubahan atribut action pada deklarasi form HTML bernama f seperti ini:
<form action="/search" name=f> 
menjadi seakan-akan:
<form action="http://www.google.com/imghp" name=f>
lalu sekaligus mensubmit form tersebut. Ini berarti, semua <input> termasuk isian kotak input akan terkirim ke Google dan bisa dikembalikan Google ke kotak input lagi. Tentunya fitur ini hanya efektif pada browser yang menyalakan Javascript. Namun pada browser yang tidak mendukung, link tab-tab tersebut tetap jalan karena terdapat tag <a href=...> biasa.

Mengatur Cookie untuk Sesi

Programer PHP dan ASP tentu familiar dengan mekanisme cookie dari sistem Session. Yakni tiap kali visitor mengunjungi halaman, webserver akan memberikan cookie dengan nama standar (PHPSESSID pada PHP, dan ASPSESSIONIDxxx pada ASP) dan isi sebuah string yang unique. Webserver akan menyimpan variabel-variabel sesi yang terhubung ke unique string tersebut ke dalam file (default PHP) atau memori (default ASP).

Di Google, setiap user akan diberi cookie sesi juga yang akan persisten sampai tahun 2038:

Set-Cookie: PREF=ID=12fc22dc0a30f17c:TM=1030795809:LM=1030795809:+
S=fVLPaFUIXhs; expires=Sun, 17-Jan-2038 19:14:07 GMT;
Cookie ini utamanya digunakan Google untuk menyimpan preferensi, yang menentukan tampilan dan behaviour interface. Karena tidak ada informasi yang termasuk privasi, maka tidak ada fasilitas log out. Efek samping dari penggunaan cookie di Google adalah Google akan punya history keyword yang digunakan per browser. Dan bila pengguna tersebut membuat account di Google, maka didapatlah missing linknya dengan cara menghubungkan Browser > Cookie > Profil > Account > Email. Informasi ini akan berguna bagi Google dan para pengiklan AdWords-nya (dan mungkin juga pemerintah).

Di Yahoo!, kira-kira ada tiga tingkatan sesi, yaitu tingkat global non-autentikasi, global yahoo-id, dan aplikasi.

Global non-autentikasi. Cookie yang diset ke seluruh browser di seluruh situs tanpa autentikasi apapun. Ini dapat diketahui dengan memperhatikan macam-macam cookie sesi yang dimuntahkan Yahoo. Cookie B adalah satu-satunya yang selalu diset pada hampir setiap halaman tidak peduli apakah pengguna sudah login atau belum. Perhatikan bahwa khusus untuk halaman depan www.yahoo.com tidak ada cookie yang dikirim, sebab halaman depan perlu cacheable demi efisiensi bandwidth. Berikut ini cookie B tersebut:
B=8b5av24un6gl0&b=2; expires=Thu, 15 Apr 2010 20:00:00 GMT; +
path=/; domain=.yahoo.com

Tebakan saya adalah, dari nama (B) dan waktu kadaluarsa (tahun 2010) seperti ingin mengatakan bahwa ini cookie yang merekam sejarah klik sepanjang ‘perjalanan hidup’ browser di situs Yahoo. Kemungkinan besar untuk profiling ‘kelakuan’ browser. Ini diperkuat lagi dengan fine line di setiap footer Yahoo: “NOTICE: We collect personal information on this site.” Untuk apa lagi kalau bukan profil demografi iklan?

Global yahoo-id. Cookie yang diset ke browser pengguna yang sudah Sign In di Yahoo!, entah melalui Yahoo! Mail, Yahoo! Groups, atau generic Sign In dari halaman depan. Ada tiga cookie yang diset: Y, T, dan I.

Y=v=1&n=6vum4446v4v70&l=3e3o/o&p=m2cvvid611000800&ig=0p0qd&iz=12140&+
r=06&lg=us&intl=us&np=1; path=/; domain=.yahoo.com

T=z=iT0c9AiZJd9A...Qw&a=YAE&sk=DAASXYSJativnW&d=c2wBT...XQQ--; path=+

/; domain=.yahoo.com

I=ir=a2&in=33dd456d&i1=AAAlAEBFB....BCc; expires=Mon, 23 Sep 2002 13+

:23:52 GMT; path=/; domain=.yahoo.com
Cookie Y terasa seperti cookie yang sangat penting, mungkin terpesona huruf Y-nya. Tapi memang ada angka yang tidak asing di situ: 12140, yang merupakan kode pos rumah saya. Empat kali dicoba, angkanya tidak berubah, jadi bukan lucky number. Permainan terima cookie yang selektif saat Sign In menunjukkan bahwa hanya cookie Y dan T yang diperlukan untuk Sign In dengan sukses. Jadi itulah cookie sesinya. Sementara cookie I, diset untuk kadaluarsa 3 minggu setelah Sign In. Untuk apa?

Cookie Aplikasi
. Cookie yang cakupannya per aplikasi, dan diset di dalam subdomain Yahoo (seperti Yahoo! Mail, Yahoo! Auction, MyYahoo, dll). Cookie ini berbeda-beda bergantung pada aplikasi apa yang dibrowse pengunjung. Misalkan pada Yahoo! Mail, saat Sign In kita akan dijejali dulu cookie Global yahoo-id Y, T, dan I. Baru setelah oke, akan diredirect ke Yahoo! Mail, yang kemudian mengeset cookie aplikasi YM.Gen:
YM.Gen="ym0=*&ymAB=id%2504190389d3%2503date%2504999089829%2503ip%2504202+
.152.27.2%2503mig%2504auth&ym1=*&ymT=1976%252c10%252c26&ymR=*&ymQ=*&ymO=+
1&ym2=p&ym3=55&ymZ=*&ymU=Dody&ym5=dody%2540yahoo.com&ym6=attach&ym7=msg&+
ym8=brief&ymS=*&ym9=200&ymA=*&ymV=Wijaya&ymB=us&ymP=*&ymC=smaller&ymD=72+
&ymE=down&ymN=*&ymY=1&ymF=*&ymM=6291456&ymW=*&ymG=short&ymH=yes&ymX=*&ym+
AD=*&ymI=yahoo&ymJ=*&ymK=ms9803&ymL=fs&ymAC=dody&ymAA=*&ymAE=0"

Hampir dapat dipastikan, ini cookie berisi preference Yahoo! Mail saya. Berbeda dengan di Google atau di ASP/PHP, nampaknya seluruh state disimpan Yahoo ke dalam cookie. Jadi bukan hanya session id-nya saja, melainkan juga seluruh variabel sesinya. Mengapa demikian, mengapa Yahoo! menaruh state ke sisi klien? Jawabannya adalah untuk upscalability. Untuk membuat server mail mampu menghandle banyak pengguna, sesedikit mungkin informasi diingat di “memori” server (baik di RAM maupun file maupun database).